Skip to main content

 CORPORATE ADVISORY

  • JASA  PENYUSUNAN BUSINESS PLAN

Definisi Business Plan

Apakah kamu tahu? Perencanaan bisnis memegang peranan penting dalam sebuah perusahaan. Perencanaan bisnis diperlukan untuk semua bisnis karena harus memiliki rencana aksi agar langkah setiap tahun berjalan secara bertahap dan linier. Business plan atau rencana bisnis, adalah rencana tertulis yang menjelaskan bagaimana bisnis akan dijalankan untuk mencapai tujuannya, yaitu visi dan misi perusahaan.

Perusahaan juga mengenal enterprise planning atau perencanaan yang digunakan pada level organisasi atau manajemen. Tidak seperti perencanaan bisnis yaitu perencanaan untuk setiap area fungsional seperti SDM, keuangan, dll. Sekarang rencana bisnis ini berbicara tentang bagaimana mereka membuat rencana tindakan, rencana bisnis SDM, dll. Karena jika suatu perusahaan tidak memiliki rencana bisnis, maka pada saat menjalankan bisnis tidak sinkron dengan perencanaan bisnis. Kalau tidak sinkron, hasilnya tidak efisien, terutama karena terlalu banyak memboroskan anggaran. Kedua, kinerja perusahaan untuk mencapai tujuan sulit dicapai. Ketiga, banyak sumber daya perusahaan yang terbuang sia-sia, yaitu sumber daya yang sebenarnya cukup untuk satu orang, tetapi menjadi 3 orang dari industri yang berbeda, itu jelas tidak efisien.

Manfaat Business Planning

  • Adanya integrasi antara level corporate, level bisnis dan level unit support sehingga tidak akan ada redundancy atau tumpang tindih dalam melaksanakan tugas fungsional masing-masing.
  • Perusahaan dapat lebih mudah dalam mengalokasikan prioritas anggaran. Melalui business planning ini, perusahaan bisa mengatur prioritas anggarannya, misal diberi target tertentu maka anggaran atau budgetingnya mengikuti, misal targetnya kecil maka anggarannya juga kecil.
  • Perusahaan dapat memiliki roadmap yang strategis untuk mencapai tujuan yaitu visi dan misi perusahaan.
  • Perusahaan dapat memiliki rencana-rencana aksi yang bisa dibagi ke semua divisi secara proporsional.


Komponen dalam Business Planning

  • Pertama yaitu BAB 1 atau pendahuluan terdiri dari latar belakang, tujuan, arah strategis perusahaan level corporate dan arah strategis level bisnis. Misal itu divisi SDM maka arah strategis divisi SDM.
  • Kedua yaitu BAB 2 yang berisi evaluasi kinerja. Masing-masing divisi melakukan evaluasi kinerja 3 atau 5 tahun terakhir sehingga dapat diketahui strategi untuk tahun berikutnya seperti apa. Misal ada sebuah perusahaan ingin berlari 100 km/jam, nah kita lihat 3 atau 5 tahun terakhir perusahaan tersebut berlari 10km/jam, maka tahun berikutnya akan kesulitan jika berlari dari 10km/jam ke 100 km/jam.
  • Ketiga yaitu BAB 3 yang isinya memetakan posisi saat ini. Penting untuk mengevaluasi kinerja masing-masing divisi saat ini seperti apa, misal posisi saat ini harus diberi investasi atau posisi saat ini tidak bisa bertahan sehingga harus melakukan divestasi atau dijual.
  • Keempat yaitu BAB 4 yang berisi perencanaan dengan memetakan target dan strategi untuk 5 tahun kedepan.
  • Komponen terakhir dalam business planning ini yaitu BAB 5 yang terdiri dari rekomendasi dan kesimpulan.


Tahapan untuk Membuat Business Planning

  • Melakukan brainstorming dengan perusahaan untuk melihat isu-isu apa yang akan terjadi kedepannya kemudian bagaimana strategi kedepannya.
  • Penggalian informasi dalam penyusunan business planning ini diambil dari data sekunder maupun data primer.
  • Data sekunder dapat diperoleh dari laporan keuangan, laporan kinerja, laporan investor, media sosial, dsb.
  • Data primer diperoleh dari observasi yaitu melalui wawancara terlebih dahulu untuk mendapatkan kata kunci dari masalah besar yang dihadapi, kemudian dilakukan survey melalui kuesioner yang nantinya diisi oleh semua stakeholder sesuai dengan kendala atau permasalahan yang dihadapi. Kata kunci permasalahan tidak hanya diperoleh melalui wawancara, melainkan dari literature review kemudian dimodifikasi sesuai kebutuhan perusahaan.
  • Menganalisis dan mengolah data, kemudian menginterpretasikan dan menyampaikan hasil yang telah diperoleh dari semua stakeholder. Setelah mendapatkan feedback dari semua stakeholder, selanjutkan dilakukan perbaikan sampai tahap finalisasi business planning.


Dampak Positifnya bagi Stakeholders

  • Menjadi panduan dalam membuat kebijakan, rekomendasi, strategi, regulasi, SOP dan sebagainya. Sehingga business planning ini sangat strategis untuk perusahaan supaya pengelolaannya lebih mudah.
  • Menjadi buku acuan untuk membantu stakeholder dalam menjalankan perusahaan. Karena banyak sekali stakeholder ketika sudah sibuk dengan rutinitas kantor akan mengalami social myopia atau suatu kondisi dimana mereka sulit berpikir secara helicopter view atau secara makro. Oleh karena itu, business planning ini dapat menjadi nahkoda yang membantu mereka dalam menjalankan perusahaan.
  • Dokumen business planning ini sangat krusial untuk mendapatkan investor.
  • Memudahkan perusahaan jika akan melakukan restrukturisasi. Karena ketika akan melakukan restrukturisasi, perlu untuk membandingkan antara posisi perusahaan saat ini dan kedepannya, sehingga melalui business planning ini akan lebih mudah untuk melakukan perbaikan.


Alat Analisis yang Digunakan untuk Menyusun Business Planning

  • Terdapat banyak alat analisis untuk business planning ini karena sifatnya fungsional. Misal bidang marketing menggunakan Ansoff matrix, bidang SDM maka dapat menggunakan Balance Scorecard bidang SDM, jika bidang informasi sistem maka dapat menggunakan framework TAM (Technology Acceptance Model). Jadi alat-alat analisis ini banyak sekali, penggunaannya sesuai kebutuhan.

Metode Kerangka Berfikir yang Digunakan untuk Menyusun Business Plan

  • Penyusunan business planning ini menggunakan pendekatan berbasis strategic planning yaitu diawali dengan pendekatan pada visi dan misi perusahaan, kemudian dilakukan analisis kebutuhan lingkungan internal dan eksternal, selanjutnya baru merumuskan strategi dan membuat rencana aksi yang membutuhkan beberapa instrument, struktur, people, dsb.

Lama Pengerjaan Business Planning

Pengerjaan proyek business planning ini berkisar antara 2-3 bulan.

JASA PENYUSUNAN STUDI BISNIS (BUSINESS STUDY)

Business study adalah salah satu rencana strategis yang harus dimiliki setiap perusahaan. Studi bisnis ini menggabungkan unsur akuntansi, keuangan, pemasaran, studi organisasi, manajemen sumber daya manusia dan operasi. Studi bisnis menunjukkan bagaimana berbagai bidang pendidikan dapat digabungkan dengan kegiatan produktif. Karena lingkungan bisnis bersifat dinamis dan terus berubah, ini dapat menjadi alat penting untuk mengembangkan keterampilan menghadapi perubahan.


Definisi Business Study

Business study merupakan tahap awal perusahaan, dari mana kemudian dikembangkan road map untuk setiap unit sesuai dengan kebutuhan perusahaan, misalnya perusahaan yang melakukan pengembangan bisnis tentu akan membutuhkan studi manajemen bisnis. Dalam kajian bisnis ini, kita melihat di mana potensi pasar perusahaan, seberapa besar kemampuan keuangannya, berapa lama waktu yang dibutuhkan manajemen organisasi untuk menjangkau pasar perusahaan.

Business study adalah bidang studi yang berfokus pada aspek dasar bisnis dan manajemen. Ini mencakup topik yang beragam seperti akuntansi, keuangan, pemasaran, sumber daya manusia, perencanaan operasional dan manajemen strategis. Tujuan dari business study  adalah untuk memberikan siswa pemahaman yang komprehensif tentang operasi dan manajemen perusahaan dalam ekonomi global. Siswa dapat mempelajari ekonomi bisnis dapat bekerja di bidang-bidang seperti keuangan, pemasaran, konsultasi manajemen bisnis, dan lain-lain.



Manfaat Business Study

Manfaat dari business study adalah dapat membantu pimpinan perusahaan untuk menentukan arah dan tujuan perusahaan. Misalnya, study case-nya McDonald’s, apakah dia berbisnis ayam goreng? apakah berbisnis franchise? atau bahkan berbisnis properti? Karena tidak ada McDonald’s yang terletak di ujung gang, pasti di lokasi yang sangat strategis dan ini adalah aset yang sangat besar. Oleh karena itu, untuk menentukan arah bisnis ini akan kemana, diperlukan studi bisnis, tentunya mengarah pada revenue generating unit atau sumber pendapatan yang paling besar itu apa, apakah dengan menjual ayam goreng, sistem waralabanya (franchise) atau kita beli aset di lokasi-lokasi strategis.


Manfaat lain dari Studi Bisnis bagi perusahaan adalah sebagai berikut:

  • Membuat keputusan yang tepat: Business study membantu perusahaan untuk mengumpulkan dan menganalisis informasi yang diperlukan untuk membuat keputusan yang tepat dalam berbagai bidang, seperti pemasaran, keuangan, dan operasi.
  • Meningkatkan efisiensi: Business study membantu perusahaan untuk mengevaluasi dan meningkatkan proses-proses penting dalam perusahaan, seperti produksi, distribusi, dan pemasaran, dengan tujuan meningkatkan efisiensi dan mengurangi biaya.
  • Memahami pasar: Business study membantu perusahaan untuk memahami kebutuhan pasar, tren, dan perkembangan teknologi, yang memungkinkan perusahaan untuk menyesuaikan produk atau jasa mereka sesuai dengan permintaan pasar.
  • Memahami kompetitor: Business study membantu perusahaan untuk mengevaluasi posisi mereka di pasar dan memahami kekuatan dan kelemahan kompetitor, yang memungkinkan perusahaan untuk menemukan peluang dan mengatasi ancaman.
  • Memperkuat posisi kompetitif: Business study membantu perusahaan untuk mengembangkan strategi yang sesuai untuk memperkuat posisi kompetitif mereka di pasar, seperti dengan meningkatkan kualitas produk, mengurangi biaya, atau meningkatkan efisiensi.
  • Meningkatkan kinerja : Business study membantu perusahaan untuk mengevaluasi kinerja mereka secara keseluruhan dan mengidentifikasi area yang perlu ditingkatkan, yang dapat meningkatkan kinerja perusahaan secara keseluruhan.


Komponen dalam Business Study

Komponen dalam business study antara lain aspek akuntansi, keuangan, pemasaran, studi organisasi, manajemen sumber daya manusia, project management, dsb. Jadi, komponen dalam business study ini mulai dari hulu hingga hilir. Komponen dalam bisnis studi sangat beragam dan berkembang sesuai kondisi perusahaan, misalnya ada project atau bisnis baru maka perlu dianalisis dengan studi kelayakan bisnis (feasibility study).


Tahapan untuk Menyusun Business Study

Harus diawali dengan kesadaran pimpinan terkait bisnis yang dijalani perusahaan ini apa, sehingga langkah pertama yaitu menciptakan awareness kepada para pimpinan bahwa mereka perlu menemukan ulang core value perusahaan.

Menentukan arah usaha minimal dalam 5 tahun ke depan, dengan menentukan aspek-aspek sumber daya yang berbeda, bernilai, langka dan tidak mudah diimitasi.

Menyusun strategi untuk mengelola bisnis, sehingga sumber daya perusahaan dapat berjalan maksimal.


Dampak Positif dari Business Study bagi Stakeholders

  • Top management: membantu top management team untuk memiliki navigasi terkait arah dan tujuan usaha, sehingga stakeholder ini dapat lebih percaya diri ketika presentasi di hadapan komisaris, pemegang saham, dll.
  • Middle management: membantu middle management team untuk mempersiapkan apa saja yang diperlukan melalui KPI untuk mencapai arah dan tujuan perusahaan,
  • Lower management: membantu lower management team untuk memahami tujuan perusahaan, sehingga memunculkan pride atau motivasi yang tinggi dalam bekerja.
  • Pemegang saham: Studi bisnis dapat membantu perusahaan untuk meningkatkan kinerja dan meningkatkan nilai saham, yang akan memberikan keuntungan bagi pemegang saham.
  • Karyawan: Studi bisnis dapat membantu perusahaan untuk meningkatkan efisiensi dan mengurangi biaya, yang dapat meningkatkan stabilitas dan kesempatan kerja bagi karyawan.
  • Pelanggan: Studi bisnis dapat membantu perusahaan untuk memahami kebutuhan dan preferensi pelanggan, sehingga dapat menyediakan produk atau jasa yang sesuai dengan kebutuhan pelanggan.
  • Pemasok: Studi bisnis dapat membantu perusahaan untuk meningkatkan efisiensi dan mengurangi biaya, yang dapat membantu perusahaan untuk menawarkan harga yang lebih kompetitif dan membuat perjanjian yang lebih baik dengan pemasok.
  • Masyarakat: Studi bisnis dapat membantu perusahaan untuk meningkatkan efisiensi dan mengurangi biaya, yang dapat mengurangi pengaruh negatif perusahaan pada lingkungan dan masyarakat.
  • Pemerintah : Studi bisnis dapat membantu perusahaan untuk memahami peraturan dan perundangan yang berlaku dan mengikuti standar yang ditetapkan, sehingga dapat mengurangi risiko sanksi dari pemerintah.


Alat Analisis dalam Menyusun Studi Bisnis

Alat-alat analisis yang digunakan disesuaikan dengan masalah yang dihadapi perusahaan. Jika perusahaan ingin mengetahui kelemahan dari usaha maka menggunakan alat analisis AIDA (awareness, interest, desire, action). AIDA merupakan salah satu model pemasaran yang menjelaskan proses yang dilalui konsumen hingga akhirnya memutuskan untuk membeli produk atau menggunakan jasa. Beberapa alat analisis yang digunakan dalam penyusunan studi bisnis antara lain:

  • Analisis SWOT: ini adalah analisis yang digunakan untuk mengevaluasi kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman (SWOT) dari suatu perusahaan atau organisasi.
  • Analisis PEST: ini adalah analisis yang digunakan untuk mengevaluasi faktor politik, ekonomi, sosial, dan teknologi (PEST) yang mempengaruhi perusahaan atau industri.
  • Analisis Porter Five Forces: ini adalah analisis yang digunakan untuk mengevaluasi kompetisi dalam industri, termasuk kekuatan pembeli dan penjual, persaingan antar pesaing, potensi entri baru, dan kekuatan substitusi.
  • Analisis BCG: ini adalah analisis yang digunakan untuk mengevaluasi portofolio produk atau bisnis perusahaan, menempatkan produk atau bisnis dalam kategori “question mark”, “star”, “cash cow” atau “dog”.
  • Analisis Porters value chain: Ini adalah analisis yang digunakan untuk mengidentifikasi aktivitas utama dalam suatu perusahaan dan mengevaluasi bagaimana perusahaan dapat meningkatkan nilai yang ditambahkan melalui setiap aktivitas.
  • Analisis break-even point: ini adalah analisis yang digunakan untuk menentukan titik di mana suatu perusahaan tidak mengalami kerugian dan mulai menghasilkan laba.
  • Analisis Ratio : Analisis ini digunakan untuk mengevaluasi kondisi keuangan perusahaan dengan mengukur rasio-rasio keuangan seperti rasio likuiditas, rasio solvabilitas, rasio profitabilitas, dll.
  • Analisis Data : analisis yang digunakan untuk mengevaluasi data yang dikumpulkan dari berbagai sumber seperti survei, wawancara, observasi dll.


Metode Kerangka Berpikir yang digunakan untuk Menyusun Studi Bisnis

Kami berusaha menjawab tantangan usaha ini akan dibawa kemana, maka metode kerangka berpikirnya adalah mengevaluasi visi dan misi, tujuan dan sumber daya yang dimiliki perusahaan. Kemudian menyusun strateginya seperti apa, misalkan sebuah perusahaan terfokus pada cost sehingga berupaya membuat produk dengan harga yang murah sehingga dapat dikenal dan dijangkau konsumen, setelah itu baru membuat diversifikasi produk dengan harga yang lebih tinggi. Terakhir, menyusun faktor-faktor yang mendukung strategi perusahaan.


Contoh Studi Bisnis

Contoh studi bisnis yang dapat dilakukan oleh perusahaan atau organisasi antara lain:

  • Studi pasar: melakukan analisis tentang segmen pasar, kompetitor, dan tren pasar untuk menentukan strategi pemasaran yang tepat
  • Analisis kinerja keuangan: melakukan analisis tentang laporan keuangan perusahaan untuk mengevaluasi kinerja keuangan perusahaan dan mengidentifikasi area yang perlu ditingkatkan
  • Studi pendayagunaan sumber daya: melakukan analisis tentang pemanfaatan sumber daya perusahaan untuk meningkatkan efisiensi dan mengurangi biaya
  • Riset produk: melakukan analisis tentang kebutuhan dan preferensi pelanggan untuk mengembangkan produk atau jasa yang sesuai dengan kebutuhan pelanggan
  • Analisis industri : melakukan analisis tentang kondisi industri dan posisi perusahaan dalam industri tersebut, untuk memahami kekuatan dan kelemahan perusahaan dan menemukan peluang dan ancaman.
  • Studi kelayakan bisnis: melakukan analisis tentang prospek bisnis sebuah proyek atau usaha baru, untuk menentukan apakah proyek atau usaha tersebut layak untuk dijalankan.


Lama Pengerjaan Business Study 

Terdapat 3 pola di pasaran dalam penyusunan studi bisnis ini, antara lain :

  • Memberikan workshop/training kepada pihak yang ditugaskan untuk menyusun studi bisnis ini, sehingga membutuhkan waktu kurang lebih 2 hari.
  • Mendampingi pengerjaan staff perusahaan untuk menyusun studi bisnis, jadi misalkan pengerjaan selesai 10% maka akan dikoreksi oleh tim kami, untuk lama waktunya menyesuaikan progress dari staff yang bertugas.
  • Menyerahkan penyusunan studi bisnis ini kepada tim konsultan kami, jadi tim kami yang mengerjakan dari awal hingga akhir, idealnya membutuhkan waktu sekitar 3 bulan atau bisa lebih cepat sekitar 1 bulan selesai.

JASA PENYUSUNAN RENCANA KERJA & ANGGARAN PERUSAHAAN (RKAP)

Secara akademis, rencana kerja dan anggaran perusahaan disebut rencana tahunan, namun mengacu pada ungkapan Kementerian BUMN, penting bagi setiap BUMN untuk menyusun rencana tahunan, yang disebut rencana kerja dan anggaran perusahaan. Namun, saat ini banyak perusahaan swasta yang juga membutuhkan rencana kerja dan anggaran bisnis untuk memahami konsep dan sifat perencanaan anggaran yang sesuai dengan kebutuhan dan strategi perusahaan dalam situasi persaingan di masa depan.


Definisi Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP)

RKAP adalah singkatan dari Rencana Kerja dan Anggaran, yaitu dokumen yang menguraikan rencana bisnis dan anggaran untuk periode tertentu, biasanya setahun. Rencana kerja dan anggaran perusahaan memuat informasi tentang tujuan, strategi, operasi dan anggaran perusahaan dan digunakan sebagai pedoman untuk mencapai tujuan perusahaan.

Rencana kerja dan anggaran perusahaan merupakan pelaksanaan tahunan rencana jangka panjang perusahaan (RJPP). Dalam menyusun rencana kerja dan anggaran perusahaan mengacu pada Peraturan Menteri BUMN yang mengatur tentang petunjuk baku pelaksanaan rencana kerja dan anggaran perusahaan yang disepakati perusahaan per perusahaan. Penyusunan anggaran ini berkaitan dengan penyusunan rencana (planning), koordinasi pekerjaan (coordination) dan pengawasan pekerjaan (controlling). Oleh karena itu, anggaran perusahaan memegang peranan penting sebagai alat bagi manajemen perusahaan untuk menjalankan ketiga fungsi tersebut.

Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan adalah dokumen penting bagi setiap perusahaan, karena membantu mereka menentukan prioritas dan memastikan bahwa sumber daya yang tersedia digunakan secara efektif untuk mencapai tujuan perusahaan. Rencana kerja dan anggaran perusahaan biasanya dibuat setiap tahun dan mencakup informasi seperti:

  • Tujuan perusahaan: Deskripsi singkat dari tujuan jangka panjang dan jangka pendek perusahaan.
  • Strategi: Langkah-langkah yang akan diambil untuk mencapai tujuan perusahaan, termasuk aktivitas dan proyek tertentu.
  • Anggaran: Perkiraan biaya untuk setiap aktivitas atau proyek dalam rencana kerja dan anggaran perusahaan, termasuk sumber pendanaan yang diperlukan.
  • Timelines: Jadwal untuk setiap aktivitas atau proyek dalam rencana kerja dan anggaran perusahaan.
  • Kinerja: Metrik atau indikator yang akan digunakan untuk mengukur kinerja perusahaan dan memastikan bahwa tujuan tercapai.

Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan sangat penting untuk memastikan bahwa perusahaan berfokus pada hal-hal yang paling penting dan memastikan bahwa sumber daya yang tersedia digunakan secara efektif. Rencana kerja dan anggaran perusahaan juga dapat digunakan untuk memonitor progres dan membuat perubahan jika diperlukan sepanjang tahun.


Manfaat Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) bagi Perusahaan

Perencanaan yang bagus akan menghasilkan hasil yang optimal. Dengan adanya rencana tahunan, perusahaan dapat lebih tertata dan terarah karena rencana kerja dan anggaran perusahaan memuat rencana manajemen yang membantu perusahaan dalam mengatur seluruh kegiatan manajemen perusahaan.

Pengaturan budget dan anggaran akan lebih mudah karena sudah ditentukan dalam perencanaan tahunan tersebut. Selain itu, rencana kerja dan anggaran perusahaan juga membantu perusahaan dalam melakukan penilaian risiko sehingga berguna untuk menentukan kemungkinan terjadinya risiko dan bagaimana menangani risiko tersebut.


Berikut adalah beberapa manfaat rencana kerja dan anggaran perusahaan bagi perusahaan, yaitu:

  • Menentukan Prioritas: Rencana kerja dan anggaran perusahaan membantu perusahaan menentukan prioritas dan memastikan bahwa sumber daya yang tersedia digunakan secara efektif untuk mencapai tujuan perusahaan.
  • Alokasi sumber daya: Rencana kerja dan anggaran perusahaan membantu perusahaan memastikan bahwa sumber daya, seperti uang, tenaga kerja, dan waktu, diterapkan secara efektif dan efisien untuk mencapai tujuan perusahaan.
  • Monitoring Progres: Rencana kerja dan anggaran perusahaan memungkinkan perusahaan untuk memonitor progres dan membuat perubahan jika diperlukan sepanjang tahun, memastikan bahwa perusahaan tetap berfokus pada tujuannya.
  • Keterbukaan dan transparansi: Rencana kerja dan anggaran perusahaan memastikan bahwa semua pihak, termasuk manajemen, pegawai, investor, dan pemegang saham, memahami rencana dan anggaran perusahaan.
  • Mempermudah perencanaan: Rencana kerja dan anggaran perusahaan membantu perusahaan merencanakan masa depan dengan lebih baik, memastikan bahwa perusahaan memiliki visi jangka panjang dan rencana untuk mencapainya.
  • Meningkatkan akuntabilitas: Rencana kerja dan anggaran perusahaan memastikan bahwa perusahaan memiliki sistem untuk memantau progres dan memastikan bahwa sumber daya yang tersedia digunakan secara efektif dan efisien.
  • Mempermudah pemantauan kinerja: Rencana kerja dan anggaran perusahaan membantu perusahaan memantau kinerja dan membuat perubahan jika diperlukan untuk memastikan bahwa tujuan perusahaan tercapai.

Komponen Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP)

Mengacu pada Keputusan Menteri BUMN Nomor KEP-101/MBU/2002, Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan setidaknya berisi beberapa aspek antara lain:

  • Rencana kerja perusahaan
  • Anggaran perusahaan
  • Proyeksi keuangan pokok perusahaan
  • Proyeksi keuangan pokok anak perusahaan (jika perusahaan tersebut memiliki entitas).
  • Hal-hal lain yang memerlukan keputusan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS)

Tahapan Penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP)

Perusahaan biasanya menggunakan jasa konsultan untuk membantu mereka dalam menyusun Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan, terutama jika perusahaan besar dan kompleks. Konsultan dapat membantu perusahaan untuk menentukan tujuan strategis, mengumpulkan informasi yang diperlukan, dan menyusun rencana yang sesuai dengan tujuan perusahaan. Konsultan juga dapat membantu perusahaan untuk mengimplementasikan dan mengawasi pelaksanaan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan.


Dampak Positif RKAP bagi Stakeholder

  • Masing-masing divisi dapat mengetahui tugasnya masing-masing.
  • Program-program perusahaan dapat berjalan dengan optimal karena sudah terencana.
  • Dapat melihat kinerja masing-masing divisi berdasarkan evaluasi yang harus dibuat setiap tiga bulan (triwulan).
  • Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan menyediakan informasi yang sangat krusial untuk mendapatkan investor.

Alat Analisis untuk Penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP)

Alat analisis disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan. misalnya, jika ingin menganalisis terkait rencana kerja, KPI, target, evaluasi target 5 tahun dari RJPP maka bisa memakai balanced scorecard. Misalkan ada proyek baru yang harus dilakukan penganggaran, maka setidaknya ada perhitungan terkait IRR, PBV price book value, sehingga ketika akan mendistribusikan dana untuk proyek baru maka benar-benar bisa melihat apakah visible atau tidak. Jadi sebetulnya alat-alat analisisnya sangat banyak.

Di bawah ini adalah beberapa alat analisis yang sering digunakan dalam penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan:

  • Analisis SWOT: Alat ini membantu perusahaan menilai situasi internal dan eksternal, termasuk kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman.
  • Analisis PESTEL: Alat ini membantu perusahaan menilai dampak lingkungan politik, ekonomi, sosial, teknologi, hukum, dan lingkungan terhadap bisnis.
  • Analisis Porters Five Forces: Alat ini membantu perusahaan menilai intensitas persaingan di industri, termasuk bargaining power of suppliers, bargaining power of buyers, threat of new entrants, threat of substitutes, and rivalry among existing competitors.
  • Analisis Kebutuhan Pasar: Alat ini membantu perusahaan memahami kebutuhan dan preferensi konsumen dan memastikan produk dan layanan dalam rencana kerja dan anggaran perusahaan menjawab kebutuhan pasar.
  • Analisis Gap: Alat ini membantu perusahaan menilai perbedaan antara posisi saat ini dan tujuan yang ditetapkan, dan membantu perusahaan membuat rencana untuk mengatasi perbedaan tersebut.
  • Analisis Risiko: Alat ini membantu perusahaan menilai potensi risiko dan membuat rencana untuk mengatasi risiko tersebut sehingga RKAP dapat dilaksanakan dengan sukses.

Alat-alat analisis ini membantu perusahaan mengumpulkan informasi dan memahami situasi internal dan eksternal untuk membuat keputusan yang tepat dan memastikan rencana kerja dan anggaran perusahaan yang efektif dan efisien.


Pentingnya Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) bagi Perusahaan

Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan penting bagi perusahaan karena membantu mereka mencapai tujuannya dengan lebih efektif dan efisien. Berikut adalah beberapa alasan mengapa rencana kerja dan anggaran perusahaan penting:

  • Memastikan Fokus dan Konsistensi: Rencana kerja dan anggaran perusahaan membantu perusahaan fokus pada tujuannya dan memastikan bahwa sumber daya dan upaya dikonsentrasikan pada hal-hal yang penting.
  • Meningkatkan Efisiensi: Rencana kerja dan anggaran perusahaan membantu perusahaan memastikan bahwa sumber daya dan anggaran digunakan dengan efisien, sehingga mengurangi pemborosan dan meningkatkan hasil.
  • Menentukan Prioritas: Rencana kerja dan anggaran perusahaan membantu perusahaan menentukan prioritas dan memastikan bahwa proyek dan inisiatif yang paling penting didukung.
  • Meningkatkan Transparansi: Rencana kerja dan anggaran perusahaan memastikan bahwa semua pihak memahami tujuan, anggaran, dan prioritas perusahaan, meningkatkan transparansi dan memastikan bahwa semua pihak bekerja dalam arah yang sama.
  • Membantu Pengambilan Keputusan: Rencana kerja dan anggaran perusahaan membantu perusahaan membuat keputusan yang lebih informatif dan data-driven, karena memastikan bahwa semua informasi yang relevan tersedia dan dianalisis.
  • Meningkatkan Akuntabilitas: Rencana kerja dan anggaran perusahaan memastikan bahwa perusahaan memiliki sistem untuk mengukur dan mengevaluasi kinerja, memastikan bahwa perusahaan terus bergerak ke arah tujuannya dan memastikan akuntabilitas terhadap hasil yang dicapai.
  • Kesimpulannya, Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan membantu perusahaan memastikan bahwa mereka berfokus pada hal-hal yang penting, mengelola sumber daya dengan efisien, membuat keputusan yang informatif, dan mencapai tujuannya dengan sukses.

Metode Kerangka Berpikir yang Digunakan untuk Menyusun RKAP

Banyak perusahaan yang menggunakan budget planning, jadi pemberian budget terlebih dahulu baru memikirkan budget ini untuk apa, namun ini kurang bagus karena hanya melihat perspektif dari tahun sebelumnya seperti apa kemudian dilanjutkan. Metode terbaik adalah menggunakan strategic planning, jadi melihat visi-misi terlebih dahulu, kemudian menyusun programnya, selanjutnya program tersebut membutuhkan rencana aksi apa, kemudian rencana aksi tersebut membutuhkan dana berapa. Sehingga budget ini akan selaras dengan target dari KPI.


Cara RKAP Membantu Perusahaan Mencapai Tujuannya

Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan membantu perusahaan mencapai tujuannya dengan memastikan bahwa sumber daya dan upaya dikonsentrasikan pada hal-hal yang penting dan efisien. Berikut adalah beberapa cara bagaimana rencana kerja dan anggaran perusahaan membantu perusahaan mencapai tujuannya:

  • Memastikan Fokus: Rencana kerja dan anggaran perusahaan memastikan bahwa perusahaan fokus pada tujuannya dan memastikan bahwa sumber daya dan upaya dikonsentrasikan pada hal-hal yang penting.
  • Menentukan Prioritas: Rencana kerja dan anggaran perusahaan membantu perusahaan menentukan prioritas dan memastikan bahwa proyek dan inisiatif yang paling penting didukung.
  • Meningkatkan Efisiensi: Rencana kerja dan anggaran perusahaan memastikan bahwa sumber daya dan anggaran digunakan dengan efisien, sehingga mengurangi pemborosan dan meningkatkan hasil.
  • Memastikan Alokasi Anggaran yang Tepat: Rencana kerja dan anggaran perusahaan memastikan bahwa anggaran diterapkan secara tepat pada proyek dan inisiatif yang membutuhkan, membantu perusahaan mencapai tujuannya dengan lebih cepat dan efisien.
  • Membantu Pengambilan Keputusan: Rencana kerja dan anggaran perusahaan membantu perusahaan membuat keputusan yang lebih informatif dan data-driven, memastikan bahwa semua informasi yang relevan tersedia dan dianalisis.
  • Meningkatkan Akuntabilitas: Rencana kerja dan anggaran perusahaan memastikan bahwa perusahaan memiliki sistem untuk mengukur dan mengevaluasi kinerja, memastikan bahwa perusahaan terus bergerak ke arah tujuannya dan memastikan akuntabilitas terhadap hasil yang dicapai.
  • Kesimpulannya, Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan memastikan bahwa perusahaan berfokus pada hal-hal yang penting, memastikan bahwa sumber daya dan anggaran digunakan dengan efisien, membantu perusahaan membuat keputusan informatif, dan memastikan bahwa perusahaan bergerak ke arah tujuannya.

 

Cara RKAP Mempengaruhi Stakeholder (karyawan, investor, dan pemasok)

Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap stakeholder seperti karyawan, investor, dan pemasok. Berikut adalah beberapa bagaimana rencana kerja dan anggaran perusahaan mempengaruhi stakeholder:

  • Karyawan: Rencana kerja dan anggaran perusahaan memastikan bahwa karyawan memiliki pemahaman yang jelas tentang tujuan perusahaan dan bagaimana mereka dapat membantu mencapai tujuannya. Ini membantu meningkatkan motivasi dan keterlibatan karyawan dan memastikan bahwa semua upaya bekerja ke arah yang sama.
  • Investor: Rencana kerja dan anggaran perusahaan memastikan bahwa perusahaan memiliki visi jangka panjang yang jelas dan memastikan bahwa perusahaan mengelola sumber daya dengan efisien dan efektif. Ini membantu memperkuat kepercayaan investor dan meningkatkan minat mereka untuk berinvestasi dalam perusahaan.
  • Pemasok: Rencana kerja dan anggaran perusahaan memastikan bahwa perusahaan memiliki perencanaan yang jelas untuk mengelola sumber daya dan mengelola bisnis dengan efisien. Ini membantu memperkuat hubungan dengan pemasok dan memastikan bahwa perusahaan memiliki akses yang konsisten dan terjamin terhadap sumber daya yang dibutuhkan.
  • Kesimpulannya, Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan mempengaruhi stakeholder dengan memastikan bahwa perusahaan memiliki perencanaan jangka panjang yang jelas, memastikan bahwa sumber daya dan anggaran digunakan dengan efisien, dan memperkuat hubungan dengan stakeholder seperti karyawan, investor, dan pemasok.


Lama Waktu Pengerjaan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP)

Pengerjaan proyek Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan ini berkisar antara 2-3 bulan. Namun secara tim, pengerjaan paling cepat dari Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan bisa disusun sekitar 1 bulan.