Skip to main content

PROJECT BASED SURVEI ( CSR PROGRAM & FS DOCUMENT)

  • SOCIO ECONOMIC SURVEI

Survei Sosial Ekonomi (Socio-Economic Survey) adalah pengumpulan data komprehensif tentang kondisi sosial dan ekonomi rumah tangga serta individu untuk memahami kesejahteraan, kondisi hidup, dan situasi keuangan mereka, mencakup aspek seperti pendapatan, pengeluaran, pendidikan, kesehatan, perumahan, dan karakteristik demografis lainnya, seringkali digunakan untuk perencanaan dan evaluasi program pembangunan nasional seperti di Indonesia melalui SUSENAS.



Tujuan Utama Survei Sosial Ekonomi:

  • Memahami Kesejahteraan: Menilai tingkat kesejahteraan dan kondisi hidup masyarakat.
  • Analisis Pembangunan: Menyediakan data untuk merencanakan dan mengevaluasi program pembangunan nasional, termasuk indikator Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).
  • Analisis Kebijakan: Memberikan dasar data untuk kebijakan di berbagai sektor seperti pendidikan, kesehatan, dan ketenagakerjaan.


Data yang Dikumpulkan:

  • Data Ekonomi: Pendapatan rumah tangga, pengeluaran (konsumsi), pekerjaan, dan sumber daya keuangan lainnya.
  • Data Sosial: Demografi (usia, jenis kelamin, status perkawinan), pendidikan, kesehatan, gizi, dan kegiatan sosial budaya.
  • Data Perumahan: Kondisi perumahan, fasilitas, dan lingkungan tempat tinggal.
  • Data Lainnya: Opini publik tentang kesejahteraan, pola perjalanan, dan data migrasi.


Metodologi:

  • Menggunakan kuesioner terstruktur dengan pertanyaan tertutup dan terbuka.
  • Melibatkan wawancara dengan kepala rumah tangga dan ibu rumah tangga.
  • Menggunakan sampel rumah tangga yang representatif secara nasional.
  • Secara keseluruhan, survei ini penting untuk mendapatkan gambaran menyeluruh tentang bagaimana masyarakat hidup dan berkembang, menjadi sumber data vital bagi pemerintah dan peneliti.

REAL DEMAND SURVEI (RDS)

Real Demand Survey (RDS) adalah survei langsung ke lapangan untuk mengukur kebutuhan dan minat nyata masyarakat terhadap suatu produk atau layanan (umumnya air bersih/infrastruktur) agar perusahaan/pemerintah bisa merencanakan pengembangan yang tepat, menentukan harga wajar, dan memahami perilaku konsumen, dengan mengumpulkan data demografi, kebiasaan, dan daya beli dari mulut ke mulut (door-to-door) melalui kuesioner. Hasilnya membantu mitigasi risiko investasi, optimalisasi desain proyek, dan penyusunan strategi yang lebih akurat berdasarkan data faktual, bukan asumsi.


Tujuan Utama RDS

  • Mengidentifikasi Kebutuhan Nyata: Mengetahui seberapa besar permintaan sebenarnya di pasar.
  • Analisis Pasar: Memahami perilaku, preferensi, dan daya beli konsumen.
  • Perencanaan: Membantu perencanaan produksi, pengembangan jaringan infrastruktur (misalnya PDAM), dan alokasi sumber daya.
  • Strategi Pemasaran & Tarif: Mengembangkan strategi yang lebih efektif dan menentukan tarif yang adil.
  • Mitigasi Risiko: Mengurangi risiko investasi dengan data yang solid.
  • Metode: Survei door-to-door (dari pintu ke pintu) dengan kuesioner yang terstruktur.
  • Responden: Warga di area target, sering kali dari rumah tangga yang belum menjadi pelanggan.


Data yang Dikumpulkan:

  • Demografi (pendidikan, penghasilan).
  • Pola penggunaan air saat ini (sumber air, jenis kebutuhan).
  • Minat dan kesediaan untuk menjadi pelanggan baru. Willingness to Connect (WTC), Ability to Pay (ATP),
  • Tingkat kemauan dan kemampuan membayar. (Willingness To Pay)
  • Pelaksana: Pihak ketiga atau tim internal (seperti surveyor dari Perumda Air Minum) dengan surat tugas resmi.


Contoh Penerapan

  • PDAM (Perusahaan Daerah Air Minum): Mengukur minat warga yang belum terhubung air bersih, mengidentifikasi calon pelanggan, dan merencanakan perluasan jaringan baru, seperti pada Perumda AM Kota Padang dan Balikpapan.
  • Proyek KPBU: Menjadi landasan strategis untuk menilai kelayakan proyek infrastruktur besar.

Masa Pengerjaan :

  • Persiapan Survei
  • Survei Lapangan
  • Analisa Hasil Survei
  • Laporan & Rekomendasi hasil