
CORPORATE FINANCE
Studi kelayakan merupakan salah satu aspek penting dalam perusahaan. Tanpa feasibility study, perusahaan tidak dapat meminimalkan risiko kerugian dengan baik. Oleh karena itu, feasibility study harus ditinjau oleh semua pemangku kepentingan perusahaan atau organisasi. Jadi apa sebenarnya feasibility study itu? Mari kita bicara lebih banyak tentang feasibility study!
Definisi Feasibility Study (Studi Kelayakan)
Feasibility study adalah penilaian awal yang berkaitan dengan kegiatan perusahaan untuk pelaksanaan pengembangan tertentu di perusahaan. Secara sederhana dapat diartikan feasibility study adalah studi yang melihat atau mengukur profitabilitas suatu rencana atau program yang dilaksanakan oleh suatu perusahaan. Salah satu tujuan dari feasibility study ini adalah untuk mengurangi resiko usaha, oleh karena itu diperlukan perhitungan awal yang secara praktis disebut feasibility study. Riset profitabilitas juga berbeda dengan pemasaran, keuangan, dll.
Feasibility study adalah analisis yang dilakukan untuk menentukan kelayakan suatu proyek atau bisnis. Ini termasuk analisis pasar, teknis, ekonomi, sosial dan lingkungan. Tujuan feasibility study adalah untuk mengetahui apakah proyek atau bisnis dapat dijalankan secara ekonomis dan menguntungkan serta untuk mengidentifikasi potensi masalah atau risiko.
Manfaat Studi Kelayakan bagi Perusahaan
Ada beragam manfaat feasibility study bagi perusahaan. Salah satunya adalah, perusahaan akan berhati-hati dalam mengurangi resiko keuangan. Dengan adanya studi kelayakan yang baik, jika ditengah perjalanan sebuah bisnis terdapat potensi kerugian, maka hal tersebut bisa diprediksi dari awal, sehingga potensi kerugian tersebut bisa diantisipasi dengan baik.
Selain dapat mengurangi resiko kerugian, dalam penyusunan feasibility study perusahaan biasanya akan diberi opsi. Beberapa opsi tersebut adalah opsi optimis, opsi moderat, dan opsi pesimis. Opsi optimis ini bisa diterapkan jika sebuah bisnis diprediksi tidak akan terjadi hambatan sama sekali. Kemudian opsi optimis diterapkan kepada perusahaan yang kondisi ekonominya pada saat itu sangat tidak mendukung dan menguntungkan. Ditengah Opsi pesimis dan optimis terdapat opsi moderat, dimana opsi ini bisa diterapkan untuk mencapai tujuan perusahaan dengan cara yang lebih rasional dengan menerapkan item-item khusus di dalamnya.
Dengan adanya feasibility study maka perusahaan akan mempunyai guidelines yang ideal. Tanpa adanya feasibility study yang baik, maka bisnis tersebut sulit untuk beradaptasi kedepannya karena tidak ada persiapan yang baik sebelumnya. Berikut adalah beberapa manfaat studi kelayakan bagi perusahaan antara lain:
Komponen dari Studi Kelayakan
1. Keuangan
Pada aspek keuangan terdapat beberapa komponen penting, diantaranya adalah payback period, Internal Rate of Return (IRR), Net Present Value (NPV). Pada intinya dalam aspek keuangan ini dengan menggunakan beberapa teori tersebut dapat menggambarkan nilai berupa angka untuk memprediksi kesuksesan atau tingkat valuasi perusahaan untuk kedepannya.
2. Non keuangan, seperti marketing, product development, struktur organisasi, dll.
Tahapan Penyusunan Feasibility Study
Tahapan dalam penyusunan studi kelayakan sebenarnya sangatlah mudah, diantaranya adalah:
Pengumpulan data
Dampak Feasibility Study bagi Stakeholders
Dampak feasibility study bagi stakeholder dapat dibedakan menjadi dampak positif dan negatif.
Dampak positif:
Dampak negatif:
Alat Analisis untuk Penyusunan Feasibility Study
Salah satu alat analisis sederhana yang dapat digunakan dalam penyusunan studi kelayakan non keuangan dalam bidang marketing adalah dengan melakukan analisis SWOT (strengths, weaknesses, opportunities, and threats). Dan jika membahas mengenai studi kelayakan dalam bidang keuangan alat analisis yang digunakan adalah sesuai dengan komponen financial modelling dan sesuai dengan kebutuhan dari perusahaan itu sendiri. Berikut adalah beberapa alat analisis yang sering digunakan dalam penyusunan studi kelayakan adalah:
Metode Kerangka Berpikir untuk Penyusunan Feasibility Study
Kerangka berpikir bisa diterapkan sesuai dengan urutannya. Langkah utama dan yang terpenting adalah menyelaraskan feasibility study keuangan dan non keuangan sehingga bisa mencapai tujuan dan target perusahaan.
Contoh Feasibility Study
Contoh feasibility study dapat beragam tergantung pada proyek atau bisnis yang akan dilakukan. Berikut ini adalah contoh studi kelayakan untuk proyek pembangunan pabrik pengolahan makanan:
Lama Pengerjaan Feasibility Study
Secara umum proses penyusunan feasibility study adalah 45 hari, hal ini sebenarnya bisa saja terjadi jika data-data yang diperlukan tersaji dengan jelas. Selain itu, diperlukan pula orang-orang yang kooperatif dan bisa menyempatkan waktunya untuk berfokus pada penyusunan feasibility study ini.

JASA KONSULTAN VALUASI (VALUATION)
Valuation atau valuasi, merupakan bagian penting dari perusahaan. Tanpa valuasi, akan sulit bagi perusahaan untuk mencari investor dan menetapkan harga saham. Namun, ternyata dalam banyak kasus di industri masih ada beberapa perusahaan baru yang belum memahami pentingnya penilaian ini. Jadi mari kita masuk jauh ke dalam diskusi evaluasi sebagai berikut!
Definisi Valuasi (Valuation)
Berbicara mengenai valuasi biasanya erat kaitannya dengan saham. Penilaian saham sendiri merupakan metode yang digunakan untuk memperkirakan nilai wajar saham suatu perusahaan. Nilai apresiasi juga mengacu pada apakah keuangan perusahaan teratur atau tidak. Ada banyak indikator keuangan dalam evaluasi untuk mendapatkan evaluasi yang ideal. Penilaian ini menjadi penting ketika perusahaan ingin menerbitkan saham baru, meningkatkan rights issue dan aktivitas perusahaan lainnya untuk menentukan nilai wajar yang merupakan penilaian yang layak.
Penilaian bisnis adalah proses penentuan nilai bisnis atau asetnya. Hal ini dapat dilakukan dengan menggunakan berbagai metode seperti analisis rasio, analisis faktor pembanding, dan model arus kas diskonto. Penilaian sering digunakan dalam transaksi keuangan seperti penjualan bisnis, merger dan akuisisi, dan pembelian saham. Valuasi juga digunakan dalam perencanaan keuangan, seperti membuat keputusan investasi dan perencanaan pajak.
Definisi Nilai Valuasi
Nilai valuasi adalah nilai yang diperoleh dari proses valuasi. Nilai valuasi ini dapat digunakan untuk menentukan harga saham perusahaan, harga beli perusahaan, atau harga jual perusahaan. Nilai valuasi ini diperoleh dari hasil perhitungan dan analisis dari data yang diperoleh dengan menggunakan metode valuasi yang sesuai. Metode valuasi yang digunakan dapat berbeda-beda tergantung pada tujuan valuasi dan data yang tersedia. Nilai valuasi dapat diperoleh dengan metode yang berbeda-beda seperti metode discounted cash flow, metode comparables, metode net assets dll.
Manfaat Valuasi bagi Perusahaan
Manfaat utama bagi perusahaan ketika menerapkan penilaian adalah perusahaan bisa mendapatkan gambaran bagaiamana keseimbanga harga saham yang mereka miliki, serta bisa menggolongkan harga saham tersebut ke saham yang murah atau mahal.
Komponen dari Valuasi
Membahas mengenai komponen penilaian maka erat kaitannya dengan rasio-rasio yang ada dalam penyusunan valuasi. Secara umum ada dua komponen yang biasa dipakai dalam penyusunan penilaian sebuah perusahan, berikut penjelasan singkatnya:
Tahapan dari Penyusunan Valuasi
Dalam tahapan penyusunan penilaian sebuah perusahaan, hal yang paling mendasar adalah Menentukan data sekunder melalui analisis corporate planning, lalu tahapan-tahapan selanjutnya juga mengenai data yang dimiliki perusahaan dan based on analisa data.
Dampak Valuasi bagi Stakeholders
Dampak penilaian bagi stakeholder dapat berbeda-beda tergantung pada posisi dan tujuan masing-masing stakeholder. Beberapa dampak yang mungkin terjadi antara lain:
Alat Analisis untuk Valuation
Alat analisis yang digunakan tidak jauh beda dengan rasio-rasio yang digunakan dalam keuangan. Tetapi alat analisis ini tidak wajib selalu digunakan, karena dalam rasio keuangan terdapat beberapa karakteristik khusus masing-masing rasio. Seperti contohnya adalah sebuah perusahaan jasa yang based on digital dalam semua aktivitasnya dan tidak mempunya kantor, maka dirasa kurang cocok jika rasio yang diterapkan adalah mengenai tingkat utilitas asset terhadap pendapat. Dibeberapa case lain terdapat juga perusahaan yang hanya mengambil margin perusahaan sangat kecil yakni sekitar 5-8% saja, maka perusahaan tersebut kurang cocok jika menggunakan rasio return on equity. Jadi pada kesimpulannya adalah alat analisis yang digunakan bisa disesuaikan dengan potensi yang dimiliki oleh perusahaan tersebut.
Metode Kerangka Berpikir untuk Penyusunan Valuation
Secara umum dan sederhana, dalam penyusunan valuasi sendiri hal yang pertama yang harus diperhatikan adalah evaluasi dan analisis visi dan misi perusahaan saat ini, dimana dapat menggunakan data dan dokumen-dokumen yang dimiliki perusahaan. Kemudian setelah itu bisa dirumuskan penilaian melalui rasio-rasio keuangan, dan jika hasil tersebut telah didapatkan, maka dapat dipastikan harga saham yang dimiliki perusahaan tersebut termasuk mahal,menengah, ataupun murah.
Lama Pengerjaan Valuasi
Membahas waktu pengerjaan valuasi, jika tidak ada kendala maka satu bulan sudah bisa selesai, karena seringkali permintaan perusahaan juga yang ingin instan. Tetapi disisi lain perusahaan harus bisa memberikan data dan dokumen yang dibutuhkan untuk merumuskan penilaian ini.

JASA MENDESAIN FINANCIAL MODEL
Di era industri keuangan yang semakin kompleks dan kompetitif, akurasi serta kecepatan dalam pengelolaan data keuangan bukan lagi sekadar kebutuhan operasional, melainkan faktor strategis yang menentukan keberhasilan bisnis. Bank dan grup usaha keuangan menghadapi tantangan yang unik: laporan keuangan tersebar di berbagai entitas, risiko kesalahan manual, serta tekanan untuk mematuhi regulasi yang ketat.
EMP Solutions hadir sebagai mitra strategis yang menyediakan layanan konsolidasi & pemodelan keuangan profesional, yang tidak hanya menyatukan informasi, tetapi juga mengubah data menjadi insight yang mendukung keputusan bisnis. Dengan pendekatan profesional dan terintegrasi, EMP Solutions membantu institusi keuangan mendorong pertumbuhan, meningkatkan efisiensi, dan mengambil keputusan bisnis yang lebih tepat dan cepat.
Pendahuluan: Tantangan Keuangan Modern di Industri Perbankan dan Grup Usaha
Di tengah dinamika industri keuangan yang terus berkembang, pengelolaan keuangan bank dan grup usaha tidak lagi sekadar fungsi administratif. Kompleksitas struktur organisasi, beragam lini bisnis, dan volume transaksi yang tinggi menuntut sistem pengelolaan keuangan yang terintegrasi dan handal. Data keuangan yang tersebar, format laporan tidak konsisten, dan proses manual meningkatkan risiko kesalahan, memperlambat keputusan, serta menghambat respons terhadap peluang maupun ancaman pasar. Dengan dukungan profesional dalam konsolidasi dan pemodelan keuangan, risiko kesalahan manual dapat diminimalkan dan kredibilitas laporan meningkat.
Dalam konteks tersebut, peran konsultan konsolidasi dan pemodelan keuangan sangat penting untuk memastikan data keuangan akurat, konsisten, dan terintegrasi sebagai pondasi strategis. Laporan yang tepat waktu dan terpercaya tidak hanya mempermudah kepatuhan terhadap regulasi yang ketat, tetapi juga memberikan manajemen insight yang actionable untuk perencanaan strategis, pengelolaan risiko, dan pengambilan keputusan yang lebih cerdas. Dengan pendekatan yang sistematis dan terstruktur, bank maupun grup usaha keuangan dapat mengubah tantangan menjadi peluang, meningkatkan efisiensi operasional, dan memperkuat posisi kompetitif di pasar.
Mengapa Konsultan Konsolidasi dan Pemodelan Keuangan Penting
Konsolidasi dan pemodelan keuangan merupakan proses strategis yang menghasilkan gambaran menyeluruh, akurat, dan konsisten. Dalam konteks bank dan grup usaha keuangan, konsolidasi bukan sekadar prosedur administratif, tetapi alat strategis yang memungkinkan manajemen mendapatkan visibility penuh terhadap performa keuangan seluruh unit bisnis.
Beberapa manfaat utama dari konsolidasi keuangan antara lain:
Pemodelan keuangan, sebagai bagian dari konsolidasi dan pemodelan keuangan, berperan sebagai alat strategis. Pemodelan keuangan adalah representasi matematis dari kondisi keuangan dan kinerja bisnis suatu entitas atau grup usaha. Dalam konteks bank dan grup usaha keuangan, pemodelan keuangan berperan sebagai alat strategis yang membantu manajemen merencanakan masa depan, memproyeksikan hasil, dan mengambil keputusan berbasis data yang terukur.
Beberapa manfaat utama pemodelan keuangan antara lain:
Pendekatan Profesional dalam Konsolidasi & Pemodelan Keuangan
Pendekatan profesional menjadi kunci dalam konsolidasi dan pemodelan keuangan untuk mendukung keputusan berbasis data. Berikut beberapa aspek penting dari pendekatan profesional ini meliputi:
Best Practices Konsolidasi dan Pemodelan Keuangan: Global dan Indonesia
Transformasi digital di industri perbankan telah mendorong perubahan signifikan dalam cara bank mengelola konsolidasi laporan dan pemodelan keuangan. Perubahan ini tidak hanya mencakup efisiensi operasional, tetapi juga memperkuat kemampuan bank dalam pengambilan keputusan strategis. Untuk memahami arah perkembangan, kita dapat melihat praktik terbaik (best practices) dari bank-bank global dan perbankan di Indonesia.
Pelajaran dari Global dan Indonesia
Global: Bank internasional sudah berada di level pemanfaatan teknologi canggih seperti machine learning, ESG integration, dan core banking cloud-native.
Indonesia: Bank-bank lokal mulai mengadopsi automasi dan digital lending, meski skalanya masih bervariasi.
Perbandingan ini menunjukkan adanya peluang besar bagi bank di Indonesia untuk mempercepat adopsi predictive modeling dan konsolidasi otomatis, sekaligus mengambil pelajaran dari praktik global yang terbukti meningkatkan efisiensi, transparansi, dan daya saing.
Manfaat Strategis bagi Bank dan Grup Usaha Keuangan
Implementasi konsolidasi dan pemodelan keuangan yang tepat memungkinkan bank meningkatkan kecepatan pengambilan keputusan, proyeksi bisnis, dan posisi kompetitif secara signifikan. Konsolidasi dan pemodelan keuangan bukan sekadar proses administratif, ketika dilakukan secara profesional, keduanya menjadi alat strategis yang mendorong pertumbuhan dan daya saing institusi. Bagi bank dan grup usaha keuangan, manfaat strategisnya mencakup:
Meningkatkan Kecepatan dan Kualitas Pengambilan Keputusan Manajemen: Data keuangan yang terintegrasi dan akurat memungkinkan manajemen mengambil keputusan secara cepat dan tepat. Kejelasan informasi mengurangi ketidakpastian dan memungkinkan tindakan yang lebih responsif terhadap dinamika pasar.
Proyeksi dan Analisis Bisnis yang Prediktif: Dengan pemodelan keuangan yang canggih, grup usaha dapat memperoleh proyeksi, analisis skenario, dan insight strategis yang dapat langsung diterapkan dalam perencanaan bisnis dan mitigasi risiko. Hal ini menjadikan setiap keputusan lebih berbasis bukti dan berdampak nyata pada kinerja.
Memperkuat Posisi Negosiasi dan Strategi Pertumbuhan melalui Data yang Terpercaya: Laporan keuangan konsolidasi yang akurat meningkatkan kredibilitas institusi di mata investor, regulator, dan mitra bisnis. Data yang dapat dipercaya memperkuat posisi negosiasi, mendukung strategi ekspansi, dan membuka peluang kolaborasi yang lebih strategis.
Menjadi Pondasi bagi Transformasi Digital dan Integrasi Sistem Keuangan: Konsolidasi dan pemodelan keuangan yang terotomasi dan berbasis teknologi menjadi fondasi transformasi digital. Integrasi sistem keuangan tidak hanya meningkatkan efisiensi operasional, tetapi juga mempersiapkan grup usaha untuk menghadapi tantangan bisnis masa depan dengan agile dan adaptif.
Dengan manfaat strategis ini, bank maupun grup usaha keuangan dapat memaksimalkan nilai dari setiap informasi keuangan, menjadikannya driver utama pertumbuhan berkelanjutan, inovasi, dan keunggulan kompetitif.
Kesimpulan
Konsolidasi dan pemodelan keuangan adalah fondasi strategis untuk meningkatkan akurasi laporan, mempercepat keputusan, dan memperkuat daya saing. Proses ini tidak hanya menyatukan informasi dari berbagai entitas, tetapi juga mengubah data menjadi insight actionable yang mendukung pertumbuhan, efisiensi, dan kepatuhan regulasi.
Dengan pendekatan profesional, terstandarisasi, dan berbasis teknologi, KMMB Consulting membantu bank dan grup usaha keuangan mengoptimalkan konsolidasi serta pemodelan keuangan. Setiap keputusan didukung data yang akurat, relevan, dan visioner. Dengan dukungan konsolidasi dan pemodelan keuangan yang profesional, bank dan grup usaha keuangan dapat memastikan pertumbuhan berkelanjutan dan keunggulan kompetitif jangka panjang.
Financial model (model keuangan) adalah representasi matematis dari kinerja keuangan perusahaan di masa lalu, sekarang, dan masa depan, biasanya dibuat dalam spreadsheet seperti Excel, yang digunakan untuk menganalisis data historis dan membuat asumsi untuk memproyeksikan kinerja di masa depan, membantu pengambilan keputusan strategis, perencanaan anggaran, penilaian investasi, dan analisis dampak bisnis.
Apa itu Financial Model untuk Project ?
Secara sederhana, ini adalah alat untuk menyederhanakan data finansial perusahaan menjadi model yang dapat dipahami dan dianalisis, seringkali mencakup laporan laba rugi, neraca, dan arus kas proyeksi.
Fungsi Utama Financial Model:
Bagaimana Cara Kerjanya?
Contoh Penerapan:
Menilai apakah investasi pada aset baru akan menghasilkan pengembalian yang diinginkan.
Singkatnya, financial model adalah alat vital yang mengubah data keuangan menjadi wawasan strategis untuk memandu arah bisnis perusahaan.
EMP Solution menawarkan 2 alternatif kepada perusahaan :
Berapa Lama pengerjaan desain Financial Model : 1- 2 Minggu.